Mode Offline-First
Kolektor bank keliling bekerja di gang-gang padat, pasar, hingga pedesaan — tempat sinyal 4G sering menghilang. Software penagihan yang berhenti bekerja saat offline berarti setoran telat, catatan ganda, dan nasabah kehilangan kepercayaan.
Tagihin dibangun dengan arsitektur offline-first: seluruh transaksi ditulis lebih dulu ke basis data lokal di HP kolektor, lalu tersinkron otomatis ke dashboard admin begitu koneksi kembali. Kolektor Anda bahkan tidak perlu tahu kapan sinyal datang lagi.
Manfaat untuk Bisnis Anda
Transaksi tanpa jeda
Pencatatan setoran, cetak struk, dan update saldo berjalan 100% di perangkat — nol ketergantungan pada jaringan.
Sinkronisasi otomatis dua arah
Antrean sinkron cerdas menggabungkan transaksi offline ke server tanpa duplikat, lengkap dengan cap waktu asli transaksi.
Konflik terselesaikan aman
Saat dua perangkat mengubah data nasabah yang sama, sistem memakai aturan last-write-win per field dengan jejak audit penuh.
Hemat kuota kolektor
Payload sinkron dikompresi — sehari penuh menagih 60 nasabah hanya butuh kuota di bawah 2 MB.
Cara Kerjanya
- 1
Kolektor buka aplikasi
Data rute & nasabah hari itu sudah terunduh sejak kemarin malam saat HP terhubung Wi-Fi kantor.
- 2
Transaksi dicatat lokal
Setoran diterima, struk dicetak via Bluetooth, saldo piutang langsung berkurang di HP.
- 3
Sinkron otomatis
Begitu sinyal kembali (atau kolektor masuk area Wi-Fi kantor), semua transaksi naik ke cloud dalam hitungan detik.
- 4
Admin memantau real-time
Dashboard kantor melihat arus kas terbaru per kolektor, per rute, hingga per nasabah.
Tanya Jawab Singkat
Apakah data bisa hilang saat HP kehabisan baterai?
Tidak. Setiap transaksi langsung ditulis ke penyimpanan lokal persisten sebelum struk dicetak, sehingga aman meski HP mati mendadak.
Berapa lama data offline bisa tersimpan?
Hingga 30 hari transaksi offline tersimpan aman di perangkat — jauh melebihi kebutuhan riil penagihan harian.